“Cahaya Terang di balik awan yang Gelap”

Brader,,,,Biasanya pada saat akan turun hujan atau pada saat terjadinya hujan, sering terjadi kilatan yang menyabar dari langit menuju bumi, pada saat itu juga akan ada ledakan yang sangat keras, biasanya banyak orang menyebutnya “PETIR”,

Nah,,” PrasetyoBlog akan sedikit mengupas tetang terjadinya petir.

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya, sedangkan setiap awan memiliki muatan listrik, Proses terjadinya petir karena terjadinya pergesekan antar kedua muatan, karena awan bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya awan akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif atau disebut elektron dari awan ke bumi, Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara, Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir, Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Petir juga berpontensi menghasilkan energi listrik, namun listrik yang di hasilkan oleh petir tidak dapat di fungsikan, Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar dari pada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat, Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt, Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan, Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 ampare.

Nah,,,, Brader” sekarang pertanyaannya bagaimana cara memanfaatkan energy petir yang sangat besar tersebut agar tak terbuang percuma, energy sebesar itu pastilah diciptakan yang maha kuasa untuk suatu tujuan tertentu, tinggal bagaimana kita sebagai manusia untuk memanfaatkannya. beberapa penelitian memang sudah ada yang diarahkan untuk memanfaatkan energy petir, namun penelitian tersebut masih membutuhkan waktu yang panjang untuk mencapai sempurna.

Ini akan menjadi PR kita bersama.!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s